Khasiat Buah Pepino
Pepino sering
disebut sebagai buah ajaib. Meskipun rasanya kurang sedap, pepino kaya
antioksidan dan zat-zat gizi yang mampu menangkal kanker, stroke,
hipertensi, diabetes, serta menurunkan kadar kolesterol darah.
Buah ini
merupakan bagian dari family terung-terungan (solanum) yang dikenal
dengan nama Solanum Muricatum Aiton. Bentuk pepino mirip terung, yang
membedakan adalah warnanya.
Secara umum
pepino memiliki warna dasar hijau dengan lekukan corak garis cokelat
yang akan berubah menjadi kekuningan bila buah telah matang. Ada juga
pepino berwarna dasar ungu muda muda berbintik putih dengan corak garis
ungu tua, sehingga sering disebut sebagai terung garis. Sebutan lain
untuk buah pepino adalah buah melodi,puspita, husada dewa, merong, dan
cabai manis.
Di Luar Negeri,
buah pepino dikenal dengan sebutan mellowfruit, pepino melon, atau
treemelon. Buah pepino memiliki karakter hampir sama dengan melon (
cucumis melo , baik dalam hal warna maupun rasanya.Walaupun kesamaannya
menonjol daripada perbedaannya, mereka tidak berasal dari famili yang
sama. Karena itulah pepino disebut treemelon.
BAHAN JUS ATAU SALAD
Tanaman pepino pertama kali ditanam oleh suku lokal di Amerika Selatan.
Di Indonesia, buah pepino diberi julukan ” buah turis” karena pertama
kali diperkenalkan di masa penjajahan Belanda.
Buah pepino
terdiri dari bagian kulit, daging buah, dan biji, yang semuanya dapat
dimakan. Daging buahnya memiliki aroma yang khas dan mengandung banyak
air.
Untuk mengonsumsi sebaiknya pilih yang berwarna gelap keemasan, beraroma
manis, dan cukup keras. Rasa buah ini sedikit manis, asam dan hambar,
saling melebur satu sama lain menghasilkan kombinasi rasa yang khas,
yaitu seperti rasa buah blewah dan melon.
Selain
dikonsumsi sebagai buah segar, buah pepino juga bisa diolah sebagai
bahan baku salad atau sebagai pelengkap sajian masakan daging maupun
sayuran. Untuk membuat salad sebaiknya pilih yang tidak terlalu
matang.Buah dipotong-potong berbentuk dadu, kemudian dicampur buah
lainnya atau sayuran.Buah ini bisa juga diolah menjadi jus. Agar terasa
segar dan lebih manis, saat dijus biasanya ditambahkan madu, susu, atau
gula.Pepino juga bisa dijus bersama-sama dengan buah-buahan lainnya.
Semakin banyak campuran buah yang digunakan, semakin ramai rasa jus yang
dihasilkan dan semakin besar khasiatnya bagi kesehatan.
PERTUMBUHAN PEPINO
Budidaya tanaman pepino umumnya dilakukan secara vegetatif. Hal tersebut
dilakukan karena kemampuan germinasi biji pepino sangat buruk, sehingga
seringkali tidak dapat tumbuh dengan baik, bahkan gagal tumbuh sama
sekali. Dengan cara vegetatif, tunas-tunas dengan calon akar
diperlakukan khusus. Setelah disemai, tunas tersebut akan tumbuh menjadi
tanaman lengkap dalam waktu 2 hingga 3 minggu. Proses pertumbuhan
vegetatif ini memudahkan petani yang mau menanam.
Pepino
merupakan tanaman yang peka terhadap suhu rendah, hama dan juga
penyakit. Hal inilah yang memicu para petani untuk melakukan pertumbuhan
vegetatif secara berkala.Daerah yang cocok untuk pertumbuhan pepino
adalah dataran tinggi. Di Indonesia, budidaya pepino banyak dilakukan di
daerah Dieng, Jawa Tengah.
Walaupun budidaya nya belum meluas di Tanah Air, harga buah ini relatif murah, yaitu Rp.10-15 ribu per kilogram.
MENINGKATKAN STAMINA
Pepino memiliki khasiat yang luar biasa. Walaupun “buah turis” ini belum
dikenal dan belum dimanfaatkan secara luas di Indonesia, kegunaannya
sesungguhnya amat banyak. Buah pepino dipercaya dapat menyembuhkan panas
dalam, sariawan dan sembelit.
Buah ini juga dinilai berguna untuk penderita kencing manis, penyakit
jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kanker dan batu ginjal. Konsumsi
pepino yang rutin akan memberikan hasil optimal bagi pencegahan
penyakit-penyakit tersebut.
Buah pepino juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina. Produk herbal
dari Cina yang berbahan baku pepino, saat ini banyak dijual di
Indonesia.
KAYA VITAMIN DAN MINERAL
Buah-buahan merupakan pabrik senyawa fitokimia, vitamin,mineral,
antioksidan, dan serat pangan alami. Senyawa fitokimia ( fito=tumbuhan )
adalah zat kimia alami yang terdapat di dalam tanaman yang memberikan
cita rasa, aroma, ataupun warna khas tanaman tersebut.
Beberapa khasiat senyawa fitokimia adalah: antikanker, antimikroba,
antioksidan, antitrombotik, meningkatkan sistem kekebalan, antiradang,
mengatur tekanan darah, menurunkan kolesterol, serta mengatur kadar gula
darah.
Buah pepino
berbentuk bulat telur dengan bobot bervariasi, tergantung ukuran
buahnya. Buah ini mengandung berbagai zat gizi yang berguna untuk
kesehatan, terutama dalam bentuk mineral dan berbagai vitamin. Mineral
yang terkandung dalam buah pepino adalah zat besi, seng, tembaga,
mangan,kalsium dan fosfor. Beberapa mineral tersebut, seperti tembaga,
seng, dan mangan juga merupakan mineral antioksidan. Pepino kaya akan
vitamin C dan vitamin B kompleks. Kandungan vitamin C pada buah pepino
25 mg per 100 gram daging buah. Vitamin C berguna untuk mencegah
sariawan dan memelihara kesehatan gusi. Selain vitamin E, vitamin C
merupakan antioksidan alami yang berguna untuk melawan serangan radikal
bebas, penyebab penuaan dini, dan berbagai jenis kanker. Vitamin C
dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan, sehingga tubuh
tidak mudah terserang penyakit.
Vitamin C
sangat baik untuk merawat kecantikan kulit dan mencegah penuaan dini,
seperti keriput di wajah. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan
yang dapat menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh melalui
makanan yang digoreng atau dipanggang. Radikal bebas sangat berbahaya
karena berpotensi menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
TINGGI SERAT DAN BETAKAROTEN
Serat pangan ( dietary fiber ) buah pepino sangat baik, 1-1,5 gram per
100 gram. Serat dibutuhkan untuk menurunkan kolesterol. Di saluran
pencernaan, serat mengikat asam empedu ( produk akhir kolesterol ) dan
dikeluarkan bersama tinja.Semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak
asam empedu dan lemak yang dikeluarkan.
Selain mencegah
kolesterol, serat berguna dalam sistem pencernaan. Serat mampu
memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak
dari rongga mulut hingga dikeluarkan sebagai feses. Serat mengikat zat
karsinogenik ( penyebab kanker ). Berkat transit time yang pendek, waktu
zat karsinogenik bermukim dalam tubuh juga semakin pendek, sehingga
kesempatan membahayakan tubuh semakin kecil.
Serat sangat
baik untuk mencegah penyakit diabetes, jantung, stroke, kanker, dan
penyakit kardiovascular lainnya. Sayangnya, konsumsi serat di Indonesia
masih sangat rendah, sekitar 10 gram per orang per hari. Seharusnya
20-30 gram per orang per hari.
Pepino dikenal sebagai sumber betakaroten, 27 mg per 100 gram daging
buah. Betakaroten merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah
menjadi vitamin A, yang berguna dalam proses penglihatan, reproduksi,
dan metabolisme.
Betakaroten
merupakan jenis antioksidan yang berperan penting dalam mengurangi
konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan betakaroten bekerja sebagai
antioksidan berasal dari kesanggupannya menstabilkan radikal berinti
karbon. Karena betakaroten efektif pada konsentrasi rendah oksigen, bisa
melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi
tinggi oksigen.
Jenis
antioksidan ini juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya
kanker kulit dan paru. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian
tubuh dalam waktu relatif lebih lama daripada vitamin A, sehingga
memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.
0 komentar:
Post a Comment