Jangan Duduk Sambil Menyilangkan Kaki Jika Sayang Saraf

Penyakit yang menyerang saraf adalah neuropati. Menurut penelitian Helen Vlassara dalam Mold JW et al, penyakit ini dialami 1 dari 4 orang berusia 40 tahun ke atas. Semakin bertambahnya umur akan lebih rentan terkena gangguan saraf.

"Neuropati merupakan salah satu kondisi kerusakan saraf yang dialami oleh sekitar 26 persen manusia," ucap dokter yang biasa disapa dr Luthy ini.

Menurutnya, dari data survei diketahui banyak pasien berusia 40 tahun ke atas yang mengeluhkan gejala neuropati. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa terjadi kerusakan saraf dalam tubuhnya.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi lebih dini jika Anda tidak menjaga pola hidup dengan baik," tambah dr Luthy.

Nah, karena itu sayangilah saraf Anda. Apalagi saraf adalah bagian dari tubuh yang regenerasinya cukup lama. "Sekali beregenerasi hanya akan bertambah 1 mm," imbuh dr Luthy.

Sebelumnya diberitakan, menurut penelitian baru-baru ini yang dilansir Counsel and Heal, Selasa (2/4), menyilangkan kaki memiliki efek samping mempengaruhi punggung dan pembuluh darah. Ketika menyilangkan kaki, berat satu kaki yang ditumpukan pada kaki lainnya dapat mengganggu aliran pembuluh darah.

Penelitian menemukan bahwa kebiasaan ini juga dapat mengakibatkan varises, yaitu pembengkakan pembuluh darah yang bisa menghambat aliran darah.

Turun berok, sport hernia.


Turun berok adalah kondisi keluarnya organ usus dari tempat yang seharusnya. Penjelasan sederhananya adalah usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar maka usus bisa keluar melalui lubang tersebut. Bila terus dibiarkan bisa menimbulkan bahaya karena usus yang melorot ini akan terperangkap atau terjepit hingga mati dan memberikan masalah yang besar.

Pada turun berok yang ringan, usus yang turun bisa masuk lagi ke perut jika dalam posisi tidur. Tapi kalau sudah parah, usus tidak akan bisa masuk lagi ke perut. Sedangkan kalau usus sudah terjepit, maka usus tidak mendapat suplai darah yang akhirnya mati dan membusuk.

Tak hanya laki-laki yang suka mengangkat beban berat saja yang bisa terkena turun berok, perempuan dan anak-anak pun bisa mengalaminya. Sedangkan turun berok yang banyak dialami oleh olahragawan terutama pesepakbola disebut dengan sport hernia.

Seperti dikutip dari eMedicinehealth.com, Kamis (20/1/2011) turun berok akan menimbulkan tonjolan pada dinding perut. Tonjolan akan semakin terlihat ketika otot-otot tersebut mengalami pengetatan sehingga meningkatkan tekanan dalam perut.

Setiap kegiatan yang meningkatkan tekanan di dalam perut bisa memperburuk kondisi hernia. Ciri-ciri yang timbul dari hernia ini bermacam-macam tergantung dari kondisinya, berikut ini ciri-cirinya:
  1. Timbul nyeri di daerah perut bagian bawah
  2. Rasa sakit atau nyeri ini akan sangat terasa ketika ada tekanan di dalam perut seperti saat batuk, mengejan atau mengangkat beban yang berat
  3. Muncul benjolan di daerah selangkangan atau daerah perut, benjolan ini akan meningkat ukurannya ketika berdiri atau tekanan perut meningkat
  4. Pada beberapa kasus timbul tonjolan tanpa disertai dengan rasa sakit yang jika terus dibiarkan bisa membuat hernia masuk ke dalam skrotum
  5. Terkadang muncul rasa sakit yang disertai dengan demam
  6. Jika usus sudah terjebak atau terjepit dalam jangka waktu lama bisa mengalami kerusakan yang ditandai dengan mual dan muntah
  7. Timbul nyeri yang selalu hadir diikuti dengan gejala gangguan pencernaan

Jika tonjolan turun beroknya masih kecil maka ada kemungkinan bisa pulih sendiri, usahakan untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan yang membuat tubuh mengedan misalnya mengangkat beban terlalu berat.

Namun jika hernia semakin membesar sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter apakah perlu dilakukan operasi atau tidak untuk mencegah matinya usus. Operasi yang dilakukan akan membantu mengembalikan usus ke posisi yang sebenarnya.

tifus abdominalis, sering menjadi tumpang tindih


Demam tifoid (typhoid fever) dikenal juga di Indonesia sebagai tifus abdominalis (dalam buku panduan pengobatan dasar Puskesmas yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI), yang mungkin istilahnya diserap dari bahasa Belanda tyfeus. Dan ini sering menjadi tumpang tindih dengan penyakit tifus/tipes yang diserap dari istilah typhus yang merujuk pada salah satu penyakit yang disebarkan oleh kutu dan lalat, atau oleh hewan lebih besar di sekitar rumah, seperti tikus dan kucing.
Karena sejumlah gejalanya agak serupa, maka saya selalu menggunakan istilah demam tifoid untuk merujuk penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi ini, guna menghindari kesalahpahaman dimaknai sebagai tifus yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi danRickettsia prowazekii. Ada juga penyakit yang lebih ringan, para-tifoid sebutannya.
Penyebab demam tifoid atau demam enterik ini adalah kuman/bakteri yang disebut denganSalmonella typhi, biasa ditulis S. typhi. Penyebarannya melalui makanan, minuman dan air yang terkontaminasi/tercemar oleh bakteri ini, dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Mereka akan bergerak menuju usus lalu masuk ke peredaran darah, dari sini mereka dapat mencapai sejumlah organ anda, seperti nodus limfe, kantung empedu, hati, limpa, dan tempat-tempat lainnya di seluruh tubuh.
Beberapa orang yang terinfeksi dapat menjadi karier (pembawa) kuman S. typhi dan terus melepaskan bakteri S. typhi melalui tinja mereka selama bertahun-tahun – Kasus Typhoid Maryadalah salah satu kasus yang cukup terkenal di dunia kedokteran modern. Dan inilah mengapa, salah satu tindakan prevensi yang baik dalam higienitas sehari-hari adalah menyediakan jamban pada setiap rumah tangga.
Sertifikasi Kematian Akibat Tifoid
Demam tifoid sudah ada sejak dulu sekali. Bahkan catatan kematian resmi oleh karena demam tifoid sudah ada sejak lebih dari seabad yang lalu. Sumber: Lesmah.
Gejala demam tifoid umumnya berkembang 1-3 minggu pasca paparan, dan bisa berupa gejala ringan hingga berat. Gejalanya termasuk demam tinggi, tidak enak badan, sakit kepala, konstipasi atau diare, kadang ditemukan bintik-bintik merah pada dada hingga ke perut yang dikenal dengan “rose spots” yang muncul jika tidak mendapatkan pengobatan dengan cepat.
Beberapa gejala lain yang mungkin terjadi adalah: nyeri perut, agitasi, buang air besar dengan darah, menggigil, kebingungan, defisiensi perhatian, delirium, suasana hati yang naik turun, halusinasi, mimisan, kelelahan yang parah, kelemahan dan perasaan segala sesuatunya terasa dikerjakan dengan melambat.
Demam pada tifoid umumnya khas, meski tidak pada semua kasus demikian. Demamnya akan meninggi dari hari ke hari, namun biasanya mereda pada pagi hari, dan puncak demam hari berikutnya cenderung lebih tinggi daripada hari sebelumnya.
Sepanjang minggu pertama serangan sakit, gejala-gejala saluran pencernaan akan dominan bermanifestasi sebagai bentuk perjalanan penyakit. Ini termasuk nyeri perut (abdomen) yang difus/menyebar, atau nyeri tekan pada perut. Ada pada beberapa kasus, akan muncul nyeri tajam serupa kolik pada kuadran kanan atas perut. Peradangan pada rongga usus akan bisa menyebabkan konstipasi sepanjang perjalanan penyakit. Lalu penderita bisa terserang batuk kering, nyeri tumpul pada kepala bagian depan, disertai dengan mengigau pada kondisi badan yang tidak nyaman dan adanya penurunan kesadaran.
Pada sekitar akhir minggu pertama, demam dapat mencapai 39-40°C. Lalu bisa muncul rose spots yang berupa bintik berwarna merah agak gelap (seperti warna ikan salmon), sedikit keputihan dan berwujud makula atau papula dengan ukuran  1-4 cm, jumlahnya tidak lebih dari 5 buah. Biasanya akan menghilang dalam 2-5 hari.
Selama minggu kedua, gejala-gejala di atas memburuk. Perut yang mengembang (distensi), dan pembesaran limpa (spleenomegali) yang lunak adalah hal yang umum. Bisa juga terjadi denyut jantung yang melambat (bradikardi) secara relatif – di mana biasanya peningkatan suhu tubuh akan meningkatkan denyut jantung -, dan adanya nadi dikrotika (denyut ganda, denyut yang kedua lebih lemah daripada yang pertama).
Minggu ketiga tanpa penanganan bermakna akan membuat penderita yang tetap demam mengalami toksikasi dan anoreksia dengan kehilangan berat badan yang signifikan. Konjungtiva terinfeksi, napas menjadi cepat, demikian juga nadi, pemeriksaan oleh dokter akan menemukan ronki pada wilayah basal paru-paru. Penderita juga bisa mengalami diare yang berlendir dengan warna hijau-kuning dengan bau yang tidak sedap. Penderita dapat jatuh ke dalam kondisi tifoid yang ditandai dengan apati, bingung atau bahkan psikosis. Jika peradangan pada saluran cerna mengalami pembusukan (nekrosis), bisa jadi pecah (perforasi) dan menyebabkan peradangan seluruh perut (peritonitis). Gejala dan tanda ini bisa diselubungkan oleh penggunaan kortikosteroid. Pada kondisi ini, toksimea, myokarditis atau perdarahan usus dapat menyebabkan kematian.
Itulah mengapa, kondisi demam tifoid sangat disarankan untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
Diagnosis untuk demam tifoid dapat ditegakkan secara klinis jika tidak ada pemeriksaan penunjang yang tersedia. Biasanya diterapkan di wilayah-wilayah atau pusat kesehatan yang jauh dari atau tidak memiliki fasilitas laboratorium yang memadai.
Standar penegakkan diagnosis untuk demam tifoid adalah pemeriksaan kultur. Jika terdapat bakteri S. typhi dapat dibiakkan dari sampel tinja, darah atau sumsum tulang, maka bisa dikatakan 100% spesifik untuk infeksi yang terjadi. Namun kultur sering kali tidak praktis, menyakitkan bagi pasien (misal kultur sumsum tulang), memerlukan ruang yang banyak, dan waktu yang tidak sedikit. Sehingga tidak dianggap praktis untuk dilakukan di daerah-daerah.
Maka pilihan lainnya adalah tes serologi, yaitu memindai jejak keberadaan bakteri S. typhi pada tubuh penderita. Tes Widal adalah salah satu tes yang merupakan patokan pengujian serologi untuk demam tifoid selama puluhan tahun. Digunakan untuk menguji penjendelan antibodi terhadap antigen O dan H milik S. typhi. Namun karena tidak sensitif dan tidak spesifik menunjukkan infeksi S. typhi, maka tes Widal kini bukanlah sebagai metode klinis yang dapat diterima.
Kini pengujian laboratorium lebih mengarah pada pendeteksian antibodi IgM dan IgG terhadap polisakarida S. typhi. Meskipun demikian, tampaknya tes Widal masih banyak diterapkan pada daerah-daerah di Indonesia. Kecuali rumah sakit besar atau laboratorium lengkap yang memiliki uji terbaru, maka tes Widal masih dimanfaatkan.
Beberapa tes non-spesifik yang bisa membantu penegakkan diagnosis demam tifoid seperti profil darah (laju endap darah, hitung jenis sel darah putih, jumlah trombosit), profil penjendalan darah, serum transaminase dan lain sebagainya menunjukkan nilai sesuai perjalanan penyakit.
Jika Anda bingung, biarkan dokter Anda yang menyarankan pemeriksaan apa saja yang akan diperlukan untuk menegakkan diagnosis deman tifoid sesuai dengan kondisi Anda saat itu.
Lalu bagaimana pengobatan atau terapi untuk penderita demam tifoid atau tifus abdominalis ini?
Pertama, Anda perlu banyak cairan, jika kondisi Anda buruk, maka rawat inap dan pemberian elektrolit via jalur intravena (infus) sangat disarankan dan diawasi secara seksama. Anda perlu banyak istirahat, pada kondisi ringan memang ada pembatasan aktivitas, namun pada kondisi berat maka tirah baring penuh sangat disarankan. Diet lunak diizinkan jika tidak ada kontraindikasi, misalnya ileus atau perforasi usus.
Faktor-faktor di atas sangat penting sebelum pengobatan, karena tanpa semua itu kadang obat-obatan akan sia-sia saja, atau penyembuhan akan tertunda.
Kedua, pengobatan demam tifoid karena disebabkan oleh bakteri, maka memerlukan antibiotik. Ada beberapa golongan antibiotik yang diberikan sebagai ujung tombak pengobatan demam tifoid lini pertama, semisalnya ampisilin, kloramfenikol atau trimetoprim-sulfametoksasol. Namun jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, karena berisiko meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik jika dosisnya tidak tepat, dan wilayah tempat tinggal Anda terancam dengan Salmonella typhi yang resisten antibiotik.
Anda mungkin pemeriksaan kultur sensitivitas untuk Salmonella typhi dengan pertimbangan wilayah-wilayah tertentu yang Anda tinggali atau pernah kunjungi memiliki catatan adanya infeksi S. typhi yang resisten antibiotik. Dokter Anda akan kemudian menyarankan terapi yang lebih sesuai untuk Anda.
Meskipun dengan pengobatan yang tepat, demam tifoid tidak bisa sembuh dengan serta merta. Gejala mungkin masih ada setelah 2-4 minggu sejak dimulainya pengobatan. Dengan pengobatan yang dini, maka hasil penyembuhannya dapat baik, kecuali terjadi komplikasi dari demam tifoid. Dan jika pengobatan tidak tuntas, maka gejala dapat kembali lagi.
demam tifoid saat ini masih ada cukup banyak di sekitar kita, terutama daerah-daerah dengan sanitasi yang masih kurang. Hindari penyakit ini dengan selalu menjaga kebersihan dari dan lingkungan dengan sebaik-baiknya. Pastikan menu harian Anda dimasak dengan matang, dan buah-buahan dicuci dengan bersih serta ditempatkan di tempat yang terlindung.
Jika Anda menemukan ada tanda dan gejala demam tifoid, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat. Jangan ditunda, dan jangan dianggap remeh.

stroke dalam waktu singkat,stroke haemorrhagic

Saat Anda berpikir mengenai pasien stroke pada umumnya, Anda langsung teringat pada seseorang yang berusia lanjut, kelebihan berat badan, malas berolahraga, dan perokok.

Andrew Marr, penyiar BBC yang mengalami stroke di usia 50-an, tidak memenuhi kategori itu. Ia dikenal sebagai pria yang memiliki gaya hidup sehat dan rajin berolahraga lari.

Usia adalah salah satu faktor risiko terbesar dari penyakit stroke, tetapi stroke ternyata tak pandang bulu. Siapa pun dan pada usia berapa pun bisa terserang serangan mematikan ini.

Data di Inggris menyebutkan, lebih dari 150.000 orang terserang stroke setiap tahun dan seperempat dari mereka berusia di bawah 65 tahun. Bahkan, ada pula kasus stroke pada usia kanak-kanak.

Para ahli menduga, gaya hidup tidak sehat dapat meningkatkan peluang terkena stroke. Merokok, kelebihan lemak di perut, dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol tidak serta-merta mengakibatkan stroke dalam waktu singkat. Namun, faktor-faktor tersebut secara perlahan-lahan akan meningkatkan risiko stroke seumur hidup. Namun, ada penyebab lain mengapa stroke juga dapat menyerang mereka yang berusia muda dan sehat.

Kelainan saat lahir
Stroke menyebabkan otak mengalami kekurangan oksigen ketika aliran darah terhenti, baik karena penyumbatan (stroke ischaemic) maupun akibat ledakan pembuluh darah di otak (stroke haemmorrhagic). Sekitar 80 persen stroke disebabkan oleh penyumbatan darah, tetapi stroke jenis apa yang menimpa Andrew Marr sejauh ini belum diketahui.

Namun, jika melihat kasus yang menimpa di bawah usia 65, stroke haemorrhagic menjadi lebih umum. Stroke tipe ini dapat diakibatkan kelainan dalam pembuluh darah yang sudah ada sejak lahir. Bom waktu di otak ini dapat meledak setiap saat.

Salah satu contoh adalah kelainan bentuk pembuluh arteri (arteriovenous malformation/AVM), di mana arteri terhubung langsung ke pembuluh darah vena yang berarti tekanan di dalam pembuluh darah terlalu besar untuk diatasi oleh tubuh. Akibatnya, otak akan mengalami pendarahan.

Pada mereka yang masih berusia muda, kenaikan tekanan darah yang terlewat tinggi juga merupakan salah satu faktor dari stroke, terutama pada mereka yang menderita hipertensi. Bahkan, kondisi stres yang memicu melonjaknya tensi juga dapat memicu stroke. Selain itu, ada pula beragam bukti mengenai dampak konsumsi kopi dalam jumlah terlalu banyak.

Detak jantung yang tidak teratur atau atrial fibrillation juga mengakibatkan stroke ischaemic. Sebagian jantung berdetak begitu cepat sehingga organ ini berhenti bekerja sebagai pompa. Darah berkumpul di dalam jantung, yang dapat tersumbat, mengalir ke otak, dan menyebabkan stroke.

Satu faktor lain yang tidak dapat dihindari adalah keturunan. Ada orang yang peluangnya terserang stroke lebih besar dibanding yang lain dan hal itu biasanya diturunkan dalam satu keluarga.

Salah kaprah
Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke Inggris mengatakan bahwa anggapan stroke hanya menyerang usia tua adalah keliru. "Saya akan mengatakan bahwa ada salah kaprah bahwa ini hanyalah kondisi orang tua. Seperempat kasus stroke terjadi pada orang usia kerja dan anak-anak serta bayi juga mengalami stroke. Kita harus paham bahwa semua orang memiliki risiko terserang stroke dan bukan hanya di usia tua," ujarnya.

Pada akhirnya, semua bergantung pada sikap dan pilihan kita. Diet sehat, olahraga teratur, minum alkohol secukupnya saja, dan tidak merokok dapat mengurangi risiko terkena stroke.

Walau begitu, beberapa orang dengan gaya hidup paling sehat pun tetap bisa terkena stroke, sementara mereka dengan gaya hidup sebaliknya bisa saja tidak terserang stroke.

Penderita migren


 Sakit kepala sebelah atau biasa dikenal migren merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dikeluhkan. Serangan penyakit ini terkadang datang secara tiba-tiba. Penderita migren akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukul, ditarik-tarik, dan biasanya cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
Kalau Anda pernah mengalami migren kini tidak perlu terlalu cemas. Salah seorang ahli gizi terkenal, Joy Bauer, yang juga penulis buku Food Cures menyebutkan bahwa ada beberapa jenis makanan yang dapat meringankan atau bahkan mengobati serangan migren.

Menurut Bauer, pola diet yang tepat (dengan gizi seimbang) dapat membantu mengelola, merawat dan bahkan menghentikan derita akibat sakit kepala migren.  Berikut adalah lima makanan yang disebut-sebut dapat membantu meringankan serangan migren :
 
1. Telur yang diperkaya Omega-3:
 Diet tinggi kandungan asam lemak omega-3, khususnya pada telur dapat mengurangi peradangan yang diduga sebagai penyebab migren. Selain telur, Anda juga dapat mengonsumsi beberapa jenis ikan laut, khususnya ikan salmon, yang juga terbukti efektif dalam melawan nyeri kepala akibat migren.

2. Kacang:  Kacang-kacangan banyak mengandung magnesium, kekurangan mineral ini telah dikaitkan dengan migren. Sejumlah penelitian telah menghubungkan antara kekurangan magnesium dan sakit kepala migren. Penelitian menujukkan bahwa sekitar separuh dari semua penderita migrain memiliki magnesium terionisasi dalam darah dalam jumlah sedikit. Magnesium, yang dikandung dalam kacang, melindungi tubuh dari sakit kepala dengan  cara merelaksasi pembuluh darah. Selain itu, magnesium memiliki efek menenangkan sehingga berguna untuk meredakan sakit kepala akibat tegang.  

3. Susu skim : Susu skim adalah susu segar yang tertinggal setelah krim diambil sebagian atau seluruhnya. Susu skim mengandung semua zat makanan dari susu kecuali lemak dan vitamin yang larut dalam lemak.

Susu ini kaya kandungan riboflavin atau biasa dikenal vitamin B2. Riboflavin memiliki peran penting dalam memproduksi energi pada berbagai tingkat seluler. Kurangnya energi diduga dapat memicu migrain. Vitamin ini juga memiliki peran vital dalam pembentukkan sel darah merah, antibodi dalam tubuh, dan dalam metabolisme pelepasan energi dari karbohidrat. 

4. Biji rami : Biji-bijian kecil ini memiliki profil gizi yang tinggi dan juga mengandung asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi perandangan akibat migren. Beberapa studi bahkan juga telah melihat adanya hubungan antara diet tinggi asam lemak omega 3 dengan penurunan risiko hipertensi, stroke, kanker, gangguan kekebalan dan masalah penyakit kulit tertentu.

5. Bayam : Hampir semua orang mengenal akrab sayuran berdaun hijau ini. Bayam sarat akan magnesium, salah satu nutrisi terbesar yang memiliki kemampuan mencegah migrain.

Penyakit hati atau ,liver


Kerusakan akan organ hati dapat menganggu kemampuan tubuh manusia untuk memecah sel darah merah dari toksin atau racun yang terkandung didalamnya. Bilirubin pada darah serta racun lain yang ada pada darah pun tidak akan mampu dikeluarkan tubuh sehingga tetap mengendap dan menetap dalam tubuh, sehingga hati mengalami kerusakan dan hati mengalami penurunan kemampuan dalam memecah protein.
Apabila seseorang yang menderita gangguan fungsi hati mudah sekali untuk dikenali dan dapat terlihat jelas pada perubahan bola mata dan kulit menjadi kuning dan perubahan warna air kemih menjadi warna kuning pekat atau kecokelatan.
Gambar : Urutan kerusakan pada fungsi organ hati
Berikut ini ada beberapa penyebab dan resiko penyakit dari timbulnya kerusakan pada fungsi hati, antara lain :
1. Faktor genetik atau keturunan dari beberapa gen orang tua yang memiliki riwayat penyakit liver kemudian menurun pada anak yang kemungkinannya juga dibawa sejak lahir.
2. Terjadinya kelainan-kelainan dalam sistem metabolisme dan atau kerusakan pada proses awal pencernaan makanan.
3. Terjadinya infeksi-infeksi virus atau bakteri
4. Gemar konsumsi minuman beralkohol, bersoda tinggi. Diketahui bahwa minuman beralkohol dan minuman yang mengandung soda tinggi mengakibatkan kerusakan pada fungsi organ tubuh yang sangat penting, termasuk organ hati dan gangguan kesehatan lainnya.
Penyakit hati atau liver yang disebabkan oleh penggunaan minuman beralkohol akan mendukung penyakit lainnya yang berhubungan kerusakan organ hati, seperti :
Gambar : Kerusakan fungsi hati yang diakibatkan dari Hepatitis alkoholik
1. Hepatitis alkoholik
2. Penyakit fatty liver yang menyebabkan pembesaran hati
3. Sirosis alkoholik
5. Efek samping dari pemakaian obat-obatan jenis tertentu secara terus-menerus sehingga menyebabkan kerusakan pada fungsi hati.
6. Tidak terpenuhi secara baik dan seimbang sumber gizi dan nutrisi bagi tubuh.
7. Sebelumnya pernah melakukan operasi pada bagian perut atau pernah melakukan operasi yang berkaitan usus sehingga mengakibatkan rasa trauma atau menimbulkan luka setelah menjalani operasi.
Penyakit gangguan fungsi hati tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak-anak pun juga memiliki kemungkinan mengalami gangguan fungsi hati yang dibawa sejak lahir. Berikut ini ada beberapa jeni penyakit hati yang memiliki kemungkinan besar dapat terjadi pada anak :
1. Alagille’s syndrome merupakan suatau kondisi atau keadaan dimana saluran empedu mengalami penyempitan dan kondisinya semakin parah, terutama terjadi pada awal tahun pertama kehidupan.
2. Alpha 1- antitrypsin deficiency, yakni penyakit gangguan fungsi hati yang disebabkan oleh adanya faktor genetik yang dimiliki dari gen orang tua yang menurun pada anak yang kemudian berakibat pada penyakit hepatitis dan sirosis ( kerusakan fungsi hati ).
3. Biliary atresia, yakni suatu keadaan dimana saluran empedu yang membentang dari hati ke usus halus terlalu kecil penampangnya atau bahkan sama seklai tidak ada.
4. Galactosemia adalah suatu penyakit yang dari genetik atau keturunan yang tidak dapat mengendalikan gula-gula tertentu di dalam susu formula anak. Susu formula yang banyak mengandung gula akan secara mudah menyebar luas yang menyebabkan kerusakan yang cukup fatal terhadap hati dan organ-organ tubuh lainnya.
5. Hemorrhagic telangiectasia, yakni keadaan dimana terjadi perdarahan yang sering kali terjadi melalui kulit dan saluran pencernaan ke pembuluh darah yang tipis.
6. Hepatitis aktif kronis, yang merupakan gangguan penyakit yang diakibatkan dari peradangan pada organ hati yang mengakibatkan luka yang meningglakan bekas dan gangguan fungsi hati.
7. Kanker hati, yakni suatu jenis penyakit kronis yang disebabkan adanya gangguan atau kerusakan pada organ tubuh lainnya yang berhubungan langsung pada organ hati. Misalnya lambung, usus yang kemudian berkembang dan meyebar ke organ hati. Namun awal mulanya kanker hati itu muncul dari gangguan fungsi hati itu snediri.
8. Neonatal hepatitis, adalah hepatitis yang terjadi pada bayi yang baru lahir dan biasanya terjadi pada beberapa bulan pertama kelahiran.
9. Reye’s syndrome, yakni suatu keadaan yang disebabkan adanya kelebihan lemak yang kemudian menyebar luas. Pada beberapa kasus dalam jenis penyakit hati ini dihubungkan oleh penggunaan obat aspirin, terutama yang berhubungan dengan beberapa jenis obat seperti chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
10. Thalassemia, yakni suatu penyakit yang cukup langka dan jarang sekali ditemukan hanya sekian persen saja orang yang mengindap penyakit Thalassemia. Penyakit Thalassemia masih satu kelompok dengan anemia (kurang darah) atau memilki jumlah sela darah merah yang rendah. Penderita Thalassemia harus melakukan pemerikasaan dan pengobatan secara rutin dan pemberian tambahan darah yang disesuaikan dengan jenis golongan darah.
11. Tyrosinemia, yang merupakan suatu kondisi tubuh yang diakibatkan adanya kelainan yang menyebabkan pad sistem metabolisme pada hati.
12. Wilson’s disease, yakni suatu keadaan yang disebabkan oleh faktor keturunan yang dilatar belakangi oleh adanya perluasan mineral tembaga didalam hati. Biasanya dikarenakan dari beberapa jenis makanan tertentu.
Jenis penyakit hati selain pada anak yang memiliki kemungkinan dan resiko besar pada kondisi kesehatan dalam hal ini juga dapat terjadi pada orang dewasa, diantaranya :
1. Terdapat batu empedu pada saluran empedu yang mengakibatkan penyumbatan danmengganggu fungsi hati untuk membantu empedu menghasilkan cairan empedu. Penderita yang memiliki sakit pada saluran empedu yang didalamnya terdapat batu emepdu akan mengalami penurunan sistem imunitas tubuh secara drastis, beberapa diantaranya ada yang mengalami perubahan bentuk tubuh yang kurus dan gemuk. Bentuk pada batu empedu dalam kategori ringan bila di diagnosis terlihat seperti batu pasir atau batu kerikil dalam jumlah kecil dan menyebar luas di saluran empedu dan bila dalam kategori berat batu empedu akan terlihat seperti sebesar biji kopi.
2. Hemochromatosis, yakni suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya penyerapan secara berlebihan terhadap zat besi yang disimpan terlalu lama pada organ hati. Penimbunan dari zat besi ini menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Untuk itu keseimbangan akan sumber gizi, nutrisi, vitamin serta mineral sangat dibutuhkan.
3. Hepatitis, yakni suatu gangguan kesehatan yang diakibatkan adanya peradangan dan infeksi dari prgan hati yang disebabkan dari salah satu jenis virus.
4. Penyakit cystic dari hati, yakni luka-luka yang disebabkan adanya massa yang menghasilkan cairan pada organ hati.
5. Porphyria, yakni keadaan dimana tubuh salah dalam menggunakan dan mengoptimalkan prohyrins dan fungsi dalam hati. Porphyrins merupakan sel atau hormon guna membantu pembuatan hemoglobin didalam sel darah merah untuk mengantarkan oksigen keseluruh tubuh.
6. Primary sclerosing cholangitis, yakni suatu keadan tubuh yang mengalami peradangan dan luka goresan didalam saluran empedu dari hati yang semakin menyempit.
7. Sarcoidosis, yakni suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-organ tubuh lainnya.