Kegunaan Tanaman Kemuning Bagi Kesehatan



Tanaman Kemuning merupakn tanaman liar yang biasa ada pada semak-samak serta sebagai tanaman hias pada umumnya. Nama latin dari tanaman kemuning adalah (Murraya paniculata [L..] Jack.). Tanaman obat kemuning di Indonesia harus dilestarikan dan dibudidayakan.

Info seputar khasiat dan kegunaan tanaman kemuning bisa anda dapatkan sekarang juga.

Bagian yang digunakan sebagai obat:
Daun, ranting dan akar. Kulit batang juga berkhasiat obat.
Daun dan ranting berguna untuk mengatasi:
- radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah,
- keputihan,
- datang haid tidak teratur,
- lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi,
- kulit kasar.
Akar berguna untuk mengatasi:
- memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo,
- digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng.
- epideniik encephalitis B.
Kulit batang berguna untuk mengatasi:
- sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).
Cara pemakaian obat tradisional:
Akar dan daun kering sebanyak 9- 1 5 g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam arak, lalu rninum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.


Informasi selengkapnya kegunaan tanaman obat kemuning di masyarakat Indoesi

Bisul
Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Rematik, keseleo, memar
Akar kemuning kering sebanyak 15 – 30 g dicuci Lalu dipotong- potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing 1 1/2 gelas, Lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Memar
Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.

Nyeri rematik sendi
Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya Lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam. Semua bahan tersebut Lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus.

Sakit gigi
Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.

Melangsingkan badan
Daun kemuning segar dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) masing-masing segenggam penuh dan temu giring sebanyak 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk merata. Peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

Radang buah zakar:
9 Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
Infeksi saluran kencing:
Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Datang haid tidak teratur:
Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing- masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Kulit kasar
Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci Lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.
Catatan dan peringatan:
- Di luar negeri sudah dibuat obat paten dengan nama Tongzhongling.
- Kapsul prolipid juga mengandung tumbuhan obat ini.

Khasiat Temulawak Untuk Atasai Hepatitis B



Temulawak (Curcuma xanthorriza) merupakan tanaman tahunan, dengan ciri utama rimpang berukuran besar, berwarna cokelat kemerahan atau kuning tua. Di Jawa Barat tanaman ini dikenal dengan nama koneng gede. Belakangan ini temulawak makin “naik daun”, harganya mencapai US$ 300/ton, dengan tingkat permintaan dunia mencapai 30.000 ton per tahun, sedangkan Indonesia baru bisa menyuplai 10 persen. Meningkatnya nilai ekonomi temulawak, terutama disebabkan informasi yang meluas menyangkut khasiatnya dalam meredakan penyakit seperti hepatitis B. selain itu, terjadi peningkatan minat masyarakat terhadap obat-obatan dari tumbuhan alami (fitofarmaka). 

Berdasarkan catatan Kontan (Desember 2000), tahun 2000 omzet obat alami secara nasional mencapai Rp. 1 triliun, dan tahun 2001 diperkirakan meningkat jadi Rp. 1,4 triliun. Sedangkan tahun 2008 melonjak jadi Rp. 7,8 triliun. Menurut data dari Asosiasi Gabungan Pengusaha dan Obat Tradisional (GP Jamu), omzet jamu Indonesia tahun 2009 mencapai Rp 8,5 triliun dan sampai akhir 2010 telah mencapai sekitar Rp 10 triliun. 

Bagaimana mekanisme atau cara kerja temulawak dalam memerangi penyakit hepatitis, belum ditemukan data yang akurat. Namun berdasarkan pengalaman masyarakat, khasiat temulawak dalam mengobati hepatitis menjadi sulit untuk diragukan. Sejak jaman baheula, temulawak sudah dikenal sebagai jamu yang ampuh untuk mengatasi sebab perut atau penyakit kuning (lever atau sakit kuning). 

Pengalaman dr. Melly Budhiman, seorang psikiater di Jakarta, sebagaimana diungkapkan dalam Intisari (September 1996), berawal dari gejala-gejala cepat lelah, nafsu makan menurun dratis, kadang-kadang sampai muntah, dan bola mata kekuningan. Dari hasil pemeriksaan, ternyata terserang virus hepatitis B, yang kemungkinan ditularkan melalui jarum suntik yang tercemar virus. 

Dalam perkembangannya, berdasarkan pemeriksaan lengkap melalui scanning dan biopsi dinyatakan menderita hepatitis kronis aktif, kemudian berkembang menjadi sirosis hepatis. Satu-satunya obat yang diberikan, kortikosteroid dengan dosis cukup tinggi 4 x 10 mg. namun ternyata menimbulkan efek samping berupa bengkak-bengkak pada tubuh, dan pemeriksaan fungsi hati menunjukkan hasil yang buruk. Setelah memperoleh informasi menyangkut khasiat temulawak, dr. Melly lantas mengkonsumsi sari temulawak (rebusan temulawak) selama empat bulan berturut-turut. Hasil biopsi oleh Dr.Sadikin Darmawan, seorang patolog senior, menyatakan bahwa kondisi hati dr.Melly sehat. Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh seorang ibu di Bandung, setelah menempuh pengobatan alternatif di Garut selama lebih dari setahun (menggunakan ramuan tradisional, dengan bahan utama temulawak), penyakit hepatitisnya dinyatakan sembuh. 

Penyakit hepatitis merupakan infeksi oleh virus (penyakit peradangan pada hati). Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A, hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B, Hepatitis C disebabkan oleh virus Hepatitis C. masih ada jenis lainnya yaitu Hepatitis Delta dan Hepatitis E yang kurang dikenal di Indonesia. 

Menurut Dr.Efendi Oswari, DPH (1995), Hepatitis A umumnya ditularkan melalui mulut, misalnya melalui gelas atau sendok bekas yang dipakai penderita Hepatitis A. bisa juga melalui keringat penderita atau melalui jarum suntik bekas. 

Virus Hepatitis B dapat ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui ibu hamil. Bayi yang terserang virus, sistem kekebalannya belum berkembang dengan sempurna, sehingga akan menjadi pengidap kronis (sakit bertahun-tahun). Bila bayi penginap itu wanita, kemungkinan besar akan menularkannya pada anak-anaknya di kemudian hari. Bila tidak ditangani, dalam jangka waktu 20-40 tahun kemudian, bayi pengidap virus berpeluang menjadi orang dewasa yang mengalami sirosis hati (hati membatu), yang akhirnya berubah menjadi kanker hati. Sementara Prof.dr.Suwandhi Widjaja SpPD, PhD (2001), pakar hepatologi, menyatakan bahwa infeksi virus hepatitis B pada anak berusia di bawah lima tahun (balita), ternyata bukan hanya terjadi karena transmisi vertikal dari ibu ke bayinya dan dari infeksi perinatal. Namun infeksi itu lebih banyak terjadi karena transmisi horizontal lewat kontak keluarga, seperti penggunaan alat makan, sikat gigi, dan gunting kuku bersama. 

Penularan Hepatitis C pada orang dewasa bisa terjadi melalui kontak seksual, makanan dan minuman, suntikan, atau transfusi darah. Penyakit Hepatitis C berbahaya karena dapat berkembang menjadi kronis, menahun, dan menjadi sumber infeksi bagi orang sekitarnya. 

Dari data epidemologik, penyakit hati menahun dan karsinoma (kanker) hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B dan virus Hepatitis C, merupakan penyakit peringkat lima yang tersering di Indonesia. Menurut Prof.dr.Suwandhi Widjaja,SpPD, PhD (2001), saat ini di Indonesia. Menurut Prof.dr. Suwandhi Widjaja SpPD, PhD. (2001), saat ini di Indonesia diperkirakan ada 7 juta pengidap virus Hepatitis B, dan 5 juta penderita Hepatitis C, dengan perkiraan angka kematian sebanyak 40.000 – 80.000 penderita setiap tahunnya. Usia penderita terbanyak antara 30-55 tahun (usia paling produktif). Virus Hepatitis B tergolong virus DNA, saat ini telah dapat dibuat vaksinnya. Sedangkan virus Hepatitis C, tergolong virus RNA (seperti HIV yang menyebabkan AIDS) belum berhasil dibuat vaksinnya. 

Ancaman hepatitis ternyata cukup dahsyat, menimbulkan angka kematian yang cukup tinggi, dan menurunkan produktivitas jutaan orang. Menurut dr.Drs.Hadipratomo (2000), sampai saat ini belum ada pengobatan khusus untuk hepatitis B. bisanya penderita disarankan untuk istirahat dan diberi makanan yang sesuai. Obat-obatan yang diberikan lebih banyak dimaksudkan untuk memperkecil komplikasi yang timbul. 

Adanya informasi menyangkut khasiat temulawak, merupakan perkembangan yang sangat berarti dalam upaya memerangi Hepatitis B. selain karbohidrat, lemak, protein, vitamin C, zat besi, fosfor dan kalsium, kandungan temulawak juga meliputi minyak asiri yang terdiri dari kurkumin, kamfer, glukosida, phellandrene, turmerol, myrcene, xanthorrhizol, isofuranogermacreene, dan p-tolyletycarbinol. 

Senyawa kurkumin atau Hidrosi-metoksifenil-heptadenadion telah diketahui sebagai antibakteri. Menurut Prof. Dr.Iwan Darmansjah (1996), kepada Pusat Uji Klinik Obat (PUKO) di FKUI, untuk penyakit lever (Hepatitis) belum ada obatnya, kecuali interferon yang harganya sampai jutaan rupiah, dan ada efek sampingnya. Sehingga jika zat kurkumin pada temulawak secara uji klinis terbukti bisa mengobati hepatitis, akan merupakan anugrah.. berdasarkan beberapa penelitian, senyawa kurkumin memiliki efek hepatoprotektif (mencegah kerusakan lever/hati) pada hewan percobaan. Hal itu menjadi referensi yang memperkuat fakta, bahwa temulawak dapat menyembuhkan hepatitis B. 

Sebenarnya masih banyak khasiat temulawak lainnya, seperti memberantas sembelit, menambah nafsu makan, mengobati wasir, melancarkan keluarnya ASI, mengatasi batu empedu, obat disentri, malaria, gangguan ginjal, radang lambung, eksim, dan pembersih darah. Sudah sejak lama beragam khasiat tersebut diyakini sebagian masyarakat, namun tampaknya hal itu kurang diimbangi dengan kegiatan uji klinis. Dalam hal ini Departemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran PTN dan PTS, serta Industri Farmasi perlu bekerjasama secara pro-aktif dalam melakukan penelitian dan pengembangan tanaman berkhasiat obat. (Atep Afia).
Sumber Gambar:

Khasiat Toga Dan Manfaatnya Bagi Tubuh



Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai banyak melakukan riset untuk mengetahui manfaat obat-obatan tradisional secara ilmiah. Tak heran, saat ini beberapa obat yang terbuat dari tumbuhan di Indonesia, mulai dilirik dunia internasional. Ini membuktikan kalau pengobatan tradisional tidak kalah ampuhnya dengan pengobatan medis. Berikut beberapa obat tradisional yang sudah diteliti khasiatnya.

1. Mengkudu atasi diabetes dan darah tinggi
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhi ini, mengkudu memang benar terbukti kemajuannya sebagai obat. Kadar ekstrak buah tersebut dengan dosis tertentu, menunjukkan khasiat buah ini sebagai pemberi efek penurun kadar glukosa darah.

Selain itu, ekstrak buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah yang meninggi sampai relatif normal kembali. Hal ini terbukti melalui pengujian pada manusia, memperlihatkan hasil yang positif. Pada akhir masa pengujian, tekanan darah yang semula 170/110 mmHg turun menjadi 115/80 mmHg setelah 12 minggu masa pengujian.

2. Pare, daun teh dan mengkudu untuk diabetes
Beberapa waktu lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia mengumumkan hasil uji pre-klinis obat herbal yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ramuan yang terdiri dari mengkudu, Gymnema sylvestre, daun teh dan pare, telah lulus uji pre klinis.

Hasilnya ternyata lebih efektif untuk menurunkan kadar gula darah, dibandingkan dengan glibenklamid (salah satu obat kimia yang umum dan standar digunakan untuk diabetes melitus). Selain itu, juga diuji dan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang dan pendek.

3. Kumis kucing untuk batu ginjal
Kumis kucing telah dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang banyak digunakan di Indonesia. Ternyata, salah satunya sebagai pengobatan batu ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, antiradang, dan melancarkan air seni.

Menurut Prof.Dr.Sumali Wiryowidagdo, selaku Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami Universitas Indonesia, tanaman obat seperti kumis kucing sebenarnya layak disebut herba rasional. Hal ini, karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini, paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas dan keamanannya.

4. Sambiloto tingkatkan daya tahan tubuh
Karena kandungannya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, sambiloto diyakini mampu menangkal virus HIV/AIDS. Malah, sebuah perusahaan di Amerika Serikat sudah mematenkan tanaman ini. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini terserak di sembarang tempat dan belum digunakan maksimal.

Sambiloto mempunyai kandungan zat yang khas berupa andrographolid dan zat panicoli. Fungsi utamanya sebenarnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Makanya, di Amerika Serikat, sambiloto sudah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS.

5. Mahkota dewa antitumor
Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal khasiatnya di kalangan Keraton Mangkunegara, Surakarta dan Yogyakarta. Khasiatnya adalah mengobati luka dalam sekaligus obat luar seperti diabetes, lever dan pilek. Dari penelitian ilmiah, buah dan daunnya bisa mengatasi alergi seperti biduren, gatal-gatal, bersin dan sesak napas.

Dalam buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Depkes, disebutkan bahwa tanaman ini berkhasiat obat anti tumor, obat disentri dan obat sakit kulit

CACING DIGUNAKAN SEBAGAI JAMU DAN OBAT

 
Sebagian orang merasa jijik pada cacing tanah. Jangan salah, ternyata dibalik tubuhnya yang licin itu, cacing tanah menyimpan banyak khasiat. Kenyataannya, banyak orang yang mengonsumsinya untuk menyembuhkan beberapa penyakit, tanpa efek, sehingga aman dikonsumsi.


Menurut pengalaman orang-orang yang pernah mengalami demam atau suhu badan yang tinggi, dengan mengonsumsi ramuan ekstra cacing tanah gangguan mereka pun membaik.

TINGGI PROTEIN
Menurut penelitian yang pernah dilakukan bahwa cacing tanah adalah sumber protein sangat tinggi. Cacing tanah juga mengandung beberapa asam amino dengan kadar yang tinggi. Salah satunya, cacing Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan daging mamalia (65%) atau ikan (50%).


Beberapa penelitian telah membuktikan adanya daya antibakteri dari protein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thypi.

MANFAAT CACINGKhasiat cacing tanah berdampak pada organ-organ penting tubuh. Beberapa khasiat dari cacing tanah adalah:


  • Sembuhkan Typus

  • Menurunkan kadar kolesterol

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

  • Menurunkan tekanan darah tinggi

  • Meningkatkan nafsu makan

  • Mengobati infeksi saluran pencernaan seperti typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag

  • Mengobati penyakit infeksi saluran pernapasan seperti: batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC

  • Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik

  • Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes

  • Mengobati wasir, exim, alergi, luka dan sakit gigi.